by

Penanganan Covid-19 di Sidrap Lemah, Kasus Terkonfirmasi Positif Meroket

SIDRAP, KLIKDATA, co— Kasus Penularan Covid-19 di Kabupaten Sidrap, masih terus terjadi. Penularannya bahkan cukup menguatirkan.

Perkembangan Covid-19 per hari Senin, 30 November 2020, menyebutkan adanya tambahan sebanyak 15 kasus baru.

Sebelumnya, hanya tercatat 10 kasus aktif. Dengan demikian, total kasus aktif saat ini, mencapai 25 kasus.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Sidrap, Dr Ishak Kenre mengatakan, penambahan 15 kasus baru diketahui berdasarkan hasil uji lab terhadap 15 warga yang telah menjalani test Swab di RS Nemal dan RS Arifin Nu’mang beberapa waktu lalu.

“Hasil pengujiannya dari Labkesda Soppeng sudah kita terima per hari ini. Hasilnya, ada 15 yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.

Hal tersebut di sampaikan Jubir Satgas Covid-19 Sidrap Dr Ishak, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin 30 November 2020.

Lanjut Ishak Kenre, Melonjaknya kasus aktif Covid-19 di Sidrap itu, dipicu oleh banyak faktor. Diantaranya, transmisi Lokal, akses dan mobilitas perjalanan masyarakat yang cukup tinggi.

Penambahan kasus baru, lanjut Ishak Kenre  juga diakibatkan oleh kendornya penerapan protokol kesehatan akhir-akhir ini.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, jangan abai pakai masker, terutama saat keluar rumah,” ungkap Ishak Kenre.

Lanjut Ishak Kenre menyebutkan, bahwa secara akumulasi, sudah tercatat 213 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sidrap selama virus ini mewabah, 185 orang diantaranya telah sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Dikatakan Ishak Kenre, penggunaan tapi masker saat ini menjadi sangat penting dalam melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19

Selain itu kata Ishak Kenre, warga juga di imbau untuk sering-sering mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menuutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Dr Ishak merinci, ke-25 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 3 diantaranya menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat tim puskesmas masing-masing wilayah, lalu 10 orang dirawat di rumah sakit, serta 12 orang menjadi duta Covid-19.

Terpisah Ketua Devisi Organisasi  FPII (Forum Pers Independent Indonesia) Korwil Sidrap Baharuddin Pabbo mengatakan, sangat prihatin dengan melihat kondisi Sidrap di masa Pandemi, pasalnya banyak aktifitas warga, utamanya di Pangker (pantai Kering) Kelurahan Pangkajene, sudah tidak terpantau lagi dengan satgas Covid-19, membuat warga leluasa tidak mematuhi protokol kesehatan, utamanya Memakai Maske, Cuci tangan dan Jaga Jarak.

Selain itu kata Baharuddin Pabbo juga kurang perhatian Pemerintah terhadap Penanganan covid-19 Sidrap, membuat belakangan ini, kasus terkonfirmasi positif covid-19 Sidrap meroket.

Hal lain kata Baharuddin Pabbo  juga kurangnya pemahaman masyarakat tentang penerapan Protokol Kesehatan, dan bahaya covid-19, serta terbukanya semua Akses, terang Baharuddin Pabbo.

Hal yang sama juga di utarakan Irwan Warga Rappang Kec. Panca Rijang mengatakan, merebaknya kembali Virus covid-19 di Bumi Nene Mallomo Sidrap, ini sebagai bukti lemahnya penerapan Protokol kesehatan, ini juga dipicu dengan dibukanya semua akses yang dapat mengundang kerumunan massa.

Selain itu kata Irwan, Satgas covid-19 setelah genjar melakukan operasi yustisi di bulan September dan Oktober 2020, dan di bulan November ini sudah menghilang dari peredaran, padahal Pemerintah sudah kucurkan dana yang besar untuk penanganan covid-19 tersebut.

Dan justru di bulan ini (November red) kasus terkonfirmasi positif covid-19 Sidrap bertambah, dan siknifikan sebanyak 25 kasus, padahal pemerintah sudah mengeluarkan surat keputusan No.32 tahun 2020 tentang disiplin penerapan Protokol kesehatan, kunci Irwan. (int)

Comment