by

Kualitas Pilkada Dimasa Pandemi Covid-19

Oleh: Hasrulah (Generasi Muda Batangmata Sapo), Pemerhati Demokrasi Selayar

Selayar – Kualitas demokrasi dan Partisipasi masyarakat kembali dipertaruhkan pada kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Kepulauan Selayar tepat pada tanggal 9 Desember 2020.

Dalam menyuksesi penentuan pemimpin daerah kala pandemi atau covid 19 dapat terhambat oleh ancaman penyebaran virus covid 19. Namun keputusan politik dan hukum telah diambil dan semua pihak harus mengambil risiko. Tentu dengan mengoptimalkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai upaya perlindungan terhadap kemungkinan penularan covid – 19.

Penyelenggaraan pilkada ditengah pandemi kemudian membuat perhelatan tersebut bertambah jenis kerawanannya yaitu tahapan pemilu, faktor wabah, teknis dan politis.

Ada enam indeks kerawanan pemilu saat wabah : pemberian uang, barang atau jasa ke pemilih untuk memilih calon tertentu saat masa kampanye, pemberian uang, barang atau jasa ke pemilih untuk memilih calon pada masa tenang, pemberian uang, barang, jasa ke pemilih untuk memilih calon pada saat pemungutan suara, politik uang kepada pemilih untuk memilih calon tertentu, mahar politik, politik uang kepada tokoh untuk memilih calon tertentu.

Menurut aspinal dan dan berenscot (2019) mengenai praktik politik uang, kerentanan masyarakat terhadap politik uang semakin parah karena dampak covid-19 yang menimbulkan krisis ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja, aktivitas usaha masyarakat. Di luar masalah pandemi, saya kira permasalahan atau tantangan klasik yang berkaitan dengan penyelenggaraan / pilkada yang selama ini terjadi, masih akan terus terjadi pemilu, seperti: high cost politic (politik berbiaya tinggi), independensi dan profesionalitas penyelenggara, kesadaran politik dan perilaku berdemokrasi masyarakat belum memadai, parpol yang masih gagal melaksanakan fungsinya, politik uang, politisasi birokrasi, pembajakan demokrasi, transaksi bawah tangan antara penguasa dengan pengusaha, pelaksanaan disparitas antara janji politik / kampanye dengan pengadaan,

Dalam situasi pandemi, tantangan-tantangan tersebut akan menjadi beban yang “sangat luar biasa”.
Tentu saja dalam membangun demokrasi ke arah yang lebih baik, perlu sinergitas semua pihak.

Upaya merawat harapan terus-menerus dan dihidupkan dalam diri kita setiap kita, karena harapan itu masih ada dan selalu ada.

Pembangunan demokrasi merupakan kerja semua pihak, kita tidak bisa berpangku dengan keadaan. Akhir kata, semoga ujian pandemi covid-19 segera berakhir, demokrasi semakin membaik, dan rakyat semakin sejahtera.

Comment