by

IKA PNUP: Alumni Harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

MAKASSAR, KLIKDATA.co— Ketua Umum Ikatan Alumni Politeknik Negeri Ujung Pandang (IKA PNUP), Rais Petta Paladang, mendapatkan kehormatan khusus membawakan pidato sekaligus motivasi kepada wisudawan hari ketiga PNUP yang dilaksanakan di Auditorium Kampus 2 PNUP, Moncongloe, Maros, Senin (12/10/2020).

PNUP sendiri kali ini, menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda XXXIV Ahli Madya & Sarjana Terapan PNUP yang diikuti 1.500 mahasiswa selama tiga hari berturut-turut, Sabtu-Minggu-Senin (10-12/10/2020) di Auditorium Kampus 2 PNUP, Moncongloe, Maros. Hal ini mengikuti kebijakan pemerintah soal protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Pada kesempatan ini, Rais Petta Paladang, mengucapkan selamat kepada wisudawan termasuk kepada orang tua yang datang mendapingi anaknya mengikuti wisuda.

“Saya ucapkan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswa yang diwisuda hari ini beserta orang tua wisudawan yang hadir. Kalian harus bangga dengan pencapaian saat ini. Sama halnya kebahagiaan orang tua menyaksikan anaknya diwisuda,” katanya.

Rais menjelaskan, dengan ilmu pengetahuan dan praktek selama ini, akan menjadi bekal memasuki dunia kerja.

“Adek-adekku, tidak perlu berfikir harus jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau karyawan BUMN, tetapi jadilah pengusaha, punya leadership. Apa yang telah diperoleh selama ini, akan jadi bekal. Apalagi, PNUP memang sejak awal selalu berinovasi agar bagaimana lulusannya selalu siap kerja,” jelasnya.

“Saya titipkan juga agar adek-adek yang diwisuda senantiasa selalu memohon doa dan ridho kedua orang tua. Termasuk saat sudah memiliki pekerjaan atau usaha jangan lantas melupakan orang tua. Ridho dan doa orang tua harus selalu menyertai kita kapan dan dimana saja,” tambahnya.

Rais memberikan tips bagi mahasiswa yang mengikuti wisuda.

“Jangan pernah mau enak-enaknya saja. Jangan takut kotor tangannya. Sama halnya ketika saya baru memulai merintis usaha, saat masih kuliah. Saya turun langsung bekerja. Jadi tukang, jadi mandor hingga saat ini jadi direktur dengan mempekerjakan ratusan karyawan. Kita harus memulai dari bawah, agar kita dapat menjiwai suatu pekerjaan sebagai karyawan hingga jadi pimpinan,” ujar senior Hipmi Sulsel ini.

“Kalau ada yang tanya, Pak Direktur bisanya apa? Jawabnya, saya bisa mengoperasikan mobil 10 roda, traktor, ekskavator, loader hingga crane. Tahu campuran semen untuk pasangan batu maupun beton, dan lainnya,” tambah lulusan Jurusan Sipil PNUP ini.

Pada kesempatan ini, Rais selaku Ketua Umum IKA PNUP juga memberikan santunan sebesar Rp5 juta kepada orang tua salah satu mahasiswa Jurusan Akuntansi yang meninggal menjelang pelaksanaan wisuda.

“Saya sangat terharu dan bangga atas mendengar cerita usaha adek kita menyelesaikan studinya di PNUP, namun takdir berkata lain. Dimana seorang Ibu yang tangguh, ditinggal mati sang suami ketika anak pertama masih duduk di kelas 2 SD. Kerjanya serabutan kadang jual, jaga toko orang, buruh cuci pakaian. Harapannya, ingin melihat anak pertama menyelesaikan studi lalu mengangkat kehidupan keluarga kecilnya.

Usahanya ditunaikan secara gigih dengan segala keterbatasannya hingga anaknya, Rasida AT, menyelesaikan studi di D3 Akuntansi PNUP. Tapi, 15 hari menjelang wisuda, anak yang diharapkan akan mengangkat keluarga kecilnya dipanggil Allah SWT. Selamat jalan ananda, selamat jalan adinda. Kami sebagai IKA turut berbelasungkawa dengan memberikan santunan kepada orang tuanya,” ujar Wakil Ketua Kadin Sulsel ini, saat mengakhiri pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah.

Usai pidato Rais didaulat melakukan pengukuhan kepada lulusan terbaik mewakili para mahasiswa yang diwisuda. Rais memasangkan jas dan pin satu per satu kepada para perwakilan wisudawan.

Sementara, Direktur PNUP, Prof Muhammad Anshar, mengatakan, pelaksanaan wisuda ke-34 PNUP yang diikuti 1.500 mahasiswa ini, berbeda dengan biasanya, karena adanya pandemi Covid-19.

Kali ini, pelaksanaan wisuda melalui Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda XXXIV Ahli Madya & Sarjana Terapan PNUP dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, Sabtu-Minggu-Senin (10-12/10/2020), yang dipusatkan di Auditorium Kampus 2 PNUP, Moncongloe, Maros.

“Wisuda kali ini, berbeda dengan biasanya, karena pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan wisuda ini, terlebih dahulu kita harus meminta izin kepada Pak Gubernur Sulsel. Tetapi, kesyukuran wisuda ini kita dapat laksanakan. Saya ucapkan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswa yang diwisuda beserta orang tua wisudawan,” ujarnya.

Anshar menjelaskan, kali ini PNUP berhasil meluluskan alumni baru yang diwisuda dalam tiga hari rangkaian wisuda. Dimana hari pertama Jurusan Mesin (dengan jumlah 224 wisudawan) dan Administrasi Niaga (dengan jumlah 143 wisudawan), hari kedua kedua wisuda jurusan Sipil (dengan jumlah 155 wisudawan) dan Jurusan akuntansi (dengan jumlah 178 wisudawan) serta pada hari ketiga adalah Jurusan Elektro (dengan jumlah 307 wisudawan) dan Jurusan Teknik Kimia (dengan jumlah 119 wisudawan).

“Total wisudawan/wati adalah sebanyak 1.150 alumni yang terdiri dari 675 orang lulusan Program Diploma-3 dan 475 orang lulusan Program Sarjana Terapan,” jelasnya.

“Sebenarnya wisuda dengan jumlah 1.150 mahasiswa ini bisa dilaksanakan satu kali, tetapi kondisi pandemi Covid-19 membuat kita harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat sesuai instruksi izin pelaksanaan kegiatan wisuda ini, makanya kita laksanakan selama tiga hari,” tambahnya.

Anshar mengatakan, PNUP akan terus melakukan pembenahan infrastruktur. Terutama membangun bangunan gedung perkuliahan dan praktek kerja di atas lahan seluas 32 Hektare (Ha).

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan dan peran serta Ikatan Kekeluargaan Alumni Politeknik Negeri Ujung Pandang (IKA PNUP) untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Kita harapkan IKA PNUP melakukan kerja sama yang baik dengan civitas akademik PNUP. Permintaan Ketua Umun IKA PNUP yang baru saudara Rais Petta Paladang agar disediakan kantor di kampus kita sudah penuhi. Penyediaan sekretariat ini juga kita sangat harapkan untuk mempekuat sinergi,” terangnya.

“Lihatkan UGM (Universitas Gadja Mada), lihatlah UI (Universitas Indonesia) yang jadi barometer perguruan tinggi di Indonesia. Mereka bagus karena keberadaan IKA, sebab tidak ada perguruan tinggi mampu berkembang tanpa dukungan IKA. Bahkan, kita patut mencontoh Unhas (Universitas Hasanuddin), banyak mendapatkan bantuan pendidikan karena Ketua IKA-nya adalah Pak HM Jusuf Kalla. Harapan saya, Ketua Umum IKA PNUP juga dapat berperan aktif dalam memajukan kampus kita tercinta,” tambahnya. (rls)

Comment