by

3.500 Personel Gabungan Dikerahkan Disiplinkan Masyarakat Makassar

MAKASSAR,KLIKDATA.co– Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Andi Muhammad, memimpin apel gelar pasukan kesiapan operasi penegakan pendisiplinan protokol kesehatan di Lapangan Karebosi, Jumat (7/8/20).

Apel gelar pasukan itu dilaksanakan sebelum pasukan gabungan dikerahkan untuk operasi penegakan pendisiplinan protokol kesehatan terhadap masyarakat, demi penanganan Covid-19 di wilayah Kodam XIV/ Hasanuddin.

Kegiatan tersebut mengerahkan ribuan pasukan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Pemda, yang ditugaskan untuk pendisipnan protokol kesehatan.

Termasuk pembagian sejuta masker.

Kasdam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Andi Muhammad mengatakan, apel kesiapan operasi pendisiplinan protokol kesehatan ini merupakan perintah dari pusat.

Hal tersebut guna untuk memutus pandemi Covid-19. Personel lapangan dilakukan penebalan dari 1000 personel menjadi 3500 orang.

“Mereka dipersenjatai satu juta masker sebagai salah satu protokol kesehatan yang wajib dikenakan. Tim menyiapkan satu juta masker yang akan dibagikan kepada masyarakat yang tidak memiliki. Pendisiplinan protokol kesehatan yang dilakukan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” kata Andi Muhammad.

Lebih lanjut jenderal TNI bintang satu ini menuturkan, personel yang diterjunkan tersebut akan menyasar sarana olahraga, tempat ibadah, dan tempat keramaian.

Hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk pemulihan ekonomi dengan membuka sentra-sentra ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19.

“Daerah yang paling mendapatkan intervensi adalah Makassar, Maros, dan Gowa yang memiliki angka Covid-19 yang tinggi. Namun daerah lain tetap dilakukan pendisiplinan juga, tidak boleh kendor, ” tuturnya.

Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin yang juga hadir pade apel gelas pasukan itu menyatakan, sejak diterapkannya Perwali empat minggu lalu sudah ada penurunan warga terpapar Covid-19. Nilai Reproduksi efektif (Rt) kini berada dibawah satu. Hal tersebut menandakan ada penurunan yang cukup masif.

“Tapi hal tesebut tidak boleh membuat kita terlena. Harus terus digenjok lagi. Masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan bukan lagi paksaan. Jika itu dilakukan kita akan siap dengan kebiasaan baru,” bebernya. (rilis)

Comment